Posts

Paragliding Lombok: Taklukkan Takut Di Atas Bukit-Bukit Sembalun

Image
“You are in the air, dive in the cloud, hanging in the sky, the hills far under your feet, floating, following the wind, soaring like a lion, conquering your fear.” Seharusnya yang mengetik kalimat pembuka di atas bukan saya tapi sahabat saya yang sengaja datang ke Sembalun untuk paragliding. Saat mengambil photo dari kaki bukit, perut saya mual membayangkan angin yang membawa paragliders melayang mengikuti arah angin. Samar-samar terdengar teriakan Sari yang berhasil melawan gravitasi dan ketakutannya. Sembalun tidak hanya surga untuk pendaki dan pecinta agro wisata, desa ini menjadi rumah pertama dan rumah kedua bagi pilot-pilot paragliding Lombok. Puluhan bukit-bukit dengan ketinggian yang bervariasi membuat praglider memiliki banyak pilihan tepat untuk take off. Savana yang lapang di sekitar lembah menjadi tempat yang tepat untuk mendarat. Pemandangan dari udara membuat paraglider bisa menikmati Sembalun secara menyeluruh. Terbang Tandem  and  Terbang Inde...

Cita-Cita Baru: Jadi Kusir Cidomo Di Gili

Image
Guru (Mia) dan Murid (Nurdin) Secara tidak sadar, kita sering kali menarasikan pengklasifikasian terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu. Kita mengajarkan anak-anak untuk memilih menjadi polisi, dokter, dosen, insinyur atau pekerjaan lainnya dibanding menjadi activist , petani atau kusir cidomo. Kita tidak berani berpikir jika anak-anak kita menjadi petani, dia akan mengangkat harga diri petani Indonesia, mereka bisa membuat terobosan baru dalam bertani. Kita tidak berani membayangkan menjadi kusir cidomo bisa mendatangkan uang yang lebih besar dari pada bekerja di kantor dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Kita selalu membayangkan bahwa hidup seorang activist itu susah dan berbahaya. Orang tua sering kali menganjurkan anak-anaknya untuk mengambil program IPA karena anggapan klasik bahwa program IPA adalah program terbaik dan untuk anak-anak pintar. Anak-anak seperti terdogma bahwa pekerjaan tertentu lebih baik dari pada yang lain. Dogma ini telah mengkungkung mereka untuk menca...

The Kliff: Dining and Seascape Experience

Image
Summer break di sekolah sisa dua minggu lagi, kampus libur dan saat menelpon ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, beberapa hakim juga mengambil cuti, alhasil saya mendapat anugrah libur total. Musim libur kalau tidak ke luar pulau biasanya saya akan meng host atau menjadi guide plus-plus untuk teman-teman lama yang menaruh Lombok ke dalam bucketlist mereka. Liburan kali ini saya mendapat dua kunjungan, dari Jakarta dan dari Sin Cung, Surabaya. Kedua teman saya ini punya kesamaan, yaitu sama-sama suka laut dan suka makan. Well one of them is a vegetarian. Where to Eat in the Lombok West Coast? Kombinasi laut, dataran tinggi dan makanan yang lezat membuat pilihan saya jatuh pada the Kliff. Restaurant berbintang lima di Trip Advisor ini  berada dalam kawasan Katamaran Resort yang terletak di Desa Mangsit, sekitar 5 menit dari Senggigi . Karena golden spotnya, restaurant ini tidak pernah sepi dari pengunjung, photographer dan model. Mobil golf yang disedi...

Sally Mann: Reading Monochrome

Image
After watching her video and how she turns from her family photographer then become one of the most respectful American photographers in USA makes me recognizes two external factors that make an art valuable. (1) Time, the older the art work is, the more worth it is. Like the picture of her kids that she took in the 90es. (2) Sticking on the preferred techniques and media even if the whole world has changed its way. Mann is consistent in choosing the media and camera that she wants to use. Her resistant to new digital era and her perseverance have turned her into a unique eccentric photographer. Sally Mann   I think Mann already knew that her works are precious. It was just about a time when the world will turn and see her works. Her works are immensely influenced by her deep thought about each curve of life. Appreciation of moment has helped her put her vision and ideas into pictures. She even could see dead body as speaking piece of art in her mind which is still very od...

MELAWAN PLASTIK DENGAN BAMBU

Image
Sejak lima tahun terakhir, berita kematian ikan-ikan besar karena memakan berkilo-kilo plastik menjadi berita yang biasa didengar. Tepatnya tanggal 21 Maret 2018, Badak jantan putih terakhir mati menjadi pertanda kepunahaannya, bulan ini viral video seekor Orang Utan melawan bulldoser yang menghancurkan rumahnya, serta perubahan iklim yang semakin extreme akibat ulah kita yang tidak terkendali. Seberapa penting masalah-masalah ini bagimu?  Bagi tiga pemuda yang saya temui ini, berita-berita tersebut sangat menyedihkan. Isu tersebut sangat penting karena isu-isu tersebut mempertaruhkan masa depan manusia, anak-anak mereka, bumi dan seisinya. Melalui Gumi Bamboo , tiga milleni als, Juliantara Kris Madina and Lalu Ahyar Rosidi sudah sejak lama bercita-cita menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi isu global ini dan sekalig us ingin berpartisipasi dalam meningkatkan perekonomian lokal. Ahyar bahkan bisa terus mel anjutkan kuliahnya di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram...

Warung Cina Halal

Image
Saat menulis judul ini adik saya sempat berkata "Judulmu itu rasis sekali." Mendengar pendapatnya yang menghakimi, saya menjawabnya datar. "Nanti kalau sudah selese baca isinya, you won't be that judgy ." Kata Cina sudah sangat lekat dengan diri saya sejak kecil, pertama karena mata saya sipit dan sering kali dipanggil "Cina Bideng" yang artinnya "Cina Hitam.", kedua karena saya sangat suka makan mie dan makanan Cina lainnya, ketiga karena saya adalah tea person dan alasan terakhir karena makanan Cina selalu terasa seperti makanan Indonesia terutama saat melancong ke luar negeri.  Anyway, do you like Chinese Food? Kalau ya, kamu harus membaca article ini sampai selesai terlebih lagi kalau kamu sedang berada di Lombok. Restaurant Cina di Lombok menyebar di kota perdagangan utama Cakranegara, dan di Kota Tua, Ampenan. Untuk makanan Cina, saya lebih memilih Kota Tua karena di sana ada Warung Bahagia. Seperti namanya, warung Cina h...

35 Keajaiban Pulau Lombok

Image
Ada banyak alasan untuk travel  jauh, dekat atau ke seberang pulau. Apapun alasanmu  tidak masalah karena setiap perjalanan tidak hanya akan menambah your geographical knowledge, perjalanan bahkan bisa membuatmu hijrah, memutuskan hubungan dengan hal-hal atau perbuatan buruk seperti membuang sampah sembarangan, m elihat tempat-tempat yang indah membuat kita tidak ingin mengotorinya bukan?  atau menjadikanmu seseorang yang lebih menghargai seni dan kekayaan intelektual. Dalam setiap perjalanan ada pula tokoh-tokoh yang kamu temukan, tokoh-tokoh asing atau tokoh-tokoh yang kamu temui berkali-kali  akan mengantarkanmu ke tempat-tempat baru atau memberikanmu pelajaran tentang rasa syukur, jujur dan ketulusan melalui wajah, tutur dan pakaian yang mereka kenakan. Dua tahun terakhir ini, beberapa tokoh yang pernah saya temui dalam perjalanan terdahulu jauh-jauh dari USA dan Switzerland datang ke Pulau Lombok untuk mengunjungi saya. Selain alasan kangen, alasan...