Posts

Anatomi Rindu: Tidak Ada New York Hari Ini

Image
Buku ini saya bedah karena pertama, saya jarang menonton film dan menonton TV, saya punya flat screen kecil tapi sama sekali tidak ada TV channel . Biasanya saya akan mendownload video dari youtube atau dari website-website yang paling saya suka, kemudian memindahkannya ke dalam hard drive dan menyambungkannya ke TV untuk ditonton, ya saya memang tidak berniat menonton film Ada Apa Dengan Cinta (AADC)—film yang ditonton oleh hampir semua pemuda di Indonesia . Kedua, karena sebagian besar buku-buku yang saya punya dan saya review sebelumnya berbahasa Inggris. Buku ini adalah buku berbahasa Indonesia pertama yang saya review. Ketiga, karena saya sedang melakukan analisis pada kata atau rasa yang disebut “rindu.” Buku ini memang cukup terkenal tapi saya yakin puisi-puisi dalam buku ini tidak seterkenal filmnya, tidak hanya karena puisi-puisinya panjang dan tidak mudah diingat tapi mungkin juga karena kata-kata sering kali tidak berbuat apa-apa, bahkan memperburuk apa yang kita...

Pizza Italia Ala Lombok Padang dari Dapur Golden Palace

Image
“Makanan tidak hanya menunjukkan rasa, tekstur, material, aroma dan selera, makanan juga secara gamblang menunjukkan identitas, hubungan sosial, akulturasi budaya dan budaya asli dari mana makanan tersebut berasal” Hari Sabtu kemarin, saya menghabiskan sabtu siang di Golden Palcae Hotel yang terletak di Jalan Sriwijaya. Ini adalah pertama kalinya saya berkunjung ke hotel ini. Jujur saya kurang tertarik pada hotel-hotel yang berada di wilayah perkotaan. Sering kali saya memilih tempat berdasarkan landscape nya. Kebiasaan saya ini patah karena mendapat pesan via Whats App dari seorang teman yang mengirimkan photo pizza dengan tulisan Pizza Cabe Ijo, Pizza Rendang, Pizza Taliwang, Pizza Kare. Tanpa pikir panjang saya menjawab “ya saya mau ikut, tapi saya vegetarian.”  Teman saya membalas “Ada Pizza Cabe Ijo, no worries, tapi rendang paling enak lo,” Balasnya mencoba menggoda saya untuk pindah aliran. Saat memasuki hotel, saya diantar oleh seorang perempuan memakai pakaian...

10 Pantai Anti-mainstream Rekomendasi Loetfi Ono

Image
“Waktu saya masih kecil, saya cerita sama tetangga kalau ada pantai yang pasirnya putih tapi ngak ada yang percaya. Terus saya cerita ke Bapak. Sekitar sebulan kemudian, bapak saya ngajak tetangga ke Gili dan saya seneng, saya bisa buktiin kalau saya ngak bohong.”                                     Sebelum saya membocorkan pantai-pantai yang belum pernah terjamah ini ada satu pertanyaan yang harus kamu jawab. Kenal atau pernah dengar nama Loetfi Ono? Kalau kamu dari Lombok, jarang membaca travel writing di berbagai website lokal atau nasional, tidak travel, mungkin nama ini kurang familiar. Tapi kalau bertanya pada traveler Malaysia yang datang ke Lombok dan Bali, nama ini sudah tidak asing tidak hanya di dunia online tapi juga di dunia nyata. Loetfi Ono atau Ludfi Rusdiyono adalah 26 years old Lombok...

Selain Komodo Ada Sopi dan Caci

Image
“Sopi dan Caci tidak terdengar familiar di telinga namun jika singgah lebih lama di Labuan Bajo dan berinteraksi dengan penduduk, dua nama ini akan menjadi kata yang paling diingat setelah kembali pulang” Sebagian besar wisatawan yang berlabuh di Labuan Bajo biasanya singgah sebelum pergi ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca untuk menikmati hewan warisan purba. Sebenarnya Labuan Bajo sendiri dikelilingi oleh keindahan bawah laut, hutan tropis dan berbagai atraksi dan warisan budaya yang bisa dijelajahi dan dipelajari. Berkesempatan mengunjungi tempat ini, saya dan rombongan Australia Award Indonesia mengunjungi sebuah desa yang terletak di kaki Bukit Cecer. Seperti nama bukitnya, desa ini disebut Desa Cecer. Suhu di desa ini tentu saja sangat berbeda dengan cuaca di Labuan Bajo yang panas. Keluar dari bis, kami menghirup udara segar, anak-anak bermain lalu lalang dan beberapa petani dengan cangkul berjalan menuju ladang. Perhatian saya kemudian teralihkan oleh musik da...

November, Pelukan dan 5 Puisi

Image
November berasal dari Bahasa Latin, kata dasarnya novem yang berarti sembilan. Bulan ini berarti sembilan namun dengan senang hati diterima oleh manusia sebagai bulan kesebelas. Ini artinya menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya tidak jadi masalah. Andai beberapa kesalahan bisa disahkan menjadi kebenaran seperti bulan ini . Walaupun demikian, bulan ini sepertinya kurang bersahabat. Alasan pertama, pada bulan ini tepat tanggal 13, Benjamin Franklin menulis “Nothing certain but death and tax,” kedua Benazir Butto ditahan, Paris Attack terjadi pada bulan ini, pada awal bulan ini juga aksi damai yang kisruh di Jakarata diagung-agungkan, dan berita terburuk Donald Trump menjadi Presiden bahkan memenangkan suara di Iowa—tempat yang pernah menjadi rumah saya dulu. Democracy is no longer like what I thought . Anyway, apa kamu punya kenangan yang indah di Bulan November atau pernah membaca hal-hal baik yang terjadi pada bulan ini?   Hanya ada dua hal yang baik yang saya temukan di b...

Lima Tempat Indah di Pulau Lombok yang Berkisah Tragis

Image
"I have sadness for breakfast" Andy Milonakis Menurut seorang ahli puisi dari Chili bernama Pablo Neruda, setiap benda dan setiap tempat mempunyai jiwa. Mungkin karena benda dan setiap tempat bisa mengingatkan kita pada suatu cerita, pada seseorang, pada kata-kata yang pernah dia ucapkan, pada penduduknya, pada sejarahnya dan tentu saja pada bentuk dan tata ruangnya. Tempat terindah yang membuat kita bahagia bersama sahabat bisa jadi menyimpan sejuta masalah dan rahasia sedih di dalamnya. Inilah lima tempat indah di Pulau Lombok yang menyimpan luka. 1.       Pantai Dundang Pada tahun 60an dan 70an pantai indah ini adalah kuburan untuk pasangan dengan cinta terlarang. Untuk pasangan yang mempunyai hubungan darah yang sangat dekat misalnya seperti mencintai sepupu sendiri atau paman sendiri akan berakhir di pantai ini. Selain itu pantai indah ini juga diperuntukan bagi laki-laki atau perempuan yang menemukan cinta sejatinya setelah menikah. Biasanya...

Jangan Panggil Saya Mas!

Image
Halaman ini ada karena sering kali pembaca memanggil saya mas atau memanggil saya mas/mbak ketika menulis tanggapan di kolom komen. Saya ingin memberitahu bahwa saya seorang perempuan. Saya lahir dan dibesarkan di Pulau Lombok oleh keluarga Indonesia, kemudian beberapa kali tinggal dengan keluarga angkat di Australia dan Amerika. Saya punya banyak mimpi, saya ingin menjadi penulis yang baik, seniman, researcher, full-time traveler dan bertemu dengan lelaki yang percaya kalau sebenarnya saya berumur 65 tahun.  Silahkan simak sedikit tentang saya, ditulis oleh sebuah online-paper Lombok hebat.  http://www.lombokhebat.org/2016/06/Ziadah.html. Kalau tidak sempat mengopy dan mengclik link ini, semoga foto-foto dan beberapa kalimat di bawah ini bisa memberi gambaran tentang penulis blog ini.  "I am a woman, I am Iowan Indonesian, a dwarf, an old soul, I only eat plant, I read banned book, I take photographs, I read abstracts in the nature, I write, I research, I paint...