Posts

Daur Fest 2018: Sustainability Party Bersatu Melawan Sampah

Image
I am a party person. I join many kinds of parties such as writer and reader party, coffee art party (I don’t really drink coffee), philosophy party and the recent party that I’ve just joined called sustainability party or Daur Fest.  Terlepas dari politik air, politik udara, gempa ribuan kali dan jumlah sampah yang mungkin sekarang sudah melebihi berat dari berat seluruh manusia di bumi jika disatukan, di sebuah pulau kecil, Gili Air, pulau yang terancam tenggelam karena climate change, sekolompok pemuda dengan optimis bergerak menyatukan komunitas-komunitas lingkungan dan eco-bisnis melalui Daur Festival. Mereka bertemu dalam satu halaman di bawah pohon jowet yang teduh untuk melakukan promosi dan advokasi terkait masalah sampah plastik. Tema sustainability yang diusung terasa sangat kental, tidak hanya karena kehadiran komunitas-komunitas lingkungan dan eco-bisnis tetapi juga karena setiap alat dan seting dari pesta tersebut penuh dengan sampah yang indah. S...

Menikmati Pop dan Minimalism dalam Karya Yayoi Kusama

Image
Karya-karya seni sering tersesat pada zaman di mana mereka dilahirkan, beberapa karya harus menunggu bertahun-tahun bahkan ratusan tahun setelah sang seniman meninggal untuk ditemukan, diterima dan mendapatkan pengakuan. Beberapa karya sangat mudah ditangkap keindahannya, lahir dan langsung digandrungi oleh penikmat seni pada zamannya, bahkan beberapa karya ditunggu kelahirannya. Photo oleh Wilia Paramitasari Tepat pada tahun kelahiran adik pertama saya tahun 1989, karya Yoyoi Kusama dikenal dunia. Saya baru berumur kurang dari tiga tahun. Saat itu dia sedang mendapatkan beasiswa dan melakukan pamerannya di Eropa. Bagi saya pribadi, menemukan karya-karyanya mebutuhkan sekitar 27 tahun. Pertama kali menemukannya saat saya mencari video tentang Hirosi Sujimoto, seorang photographer dunia dari Jepang. Video pertama tentang Kusama yang saya tonton mengisahkan kehidupan masa kecilnya di Cina yang kelam dan bagaimana orang-orang terdekatnya menolak profesi seniman hingga akhirnya ia...

Menikmati Lombok Coffee Festival 2018 di Sundancer

Image
"Setelah menangis, Lombok kembali tersenyum di depan kopi" Do you drink coffee? Jawaban ya atau tidak sebenarnya tidak akan merubah bagaimana kopi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Jika kamu mengecek dapur ibumu, pasti kamu akan menemukan kopi sedang bersanding dengan gula, di tempat kerjamu kopi disediakan untuk para karyawan dan di setiap warung yang kamu singgahi, kopi menjadi minuman wajib untuk dijual. Kopi juga merupakan minuman yang paling banyak dikonsumsi oleh manusia di dunia. Coffee Culture yang kuat tumbuh di negara-negara tropis penghasil kopi seperti negara-negara di Amerika Latin dan pastinya di Indonesia. Di Indonesia sendiri jika seseorang mengajakmu untuk minum kopi bersama itu artinya orang tersebut ingin lebih akrab denganmu. Saat kamu berpetualang ke daerah pedesaan seperti di Pulau Lombok, warga desa akan menyapamu dan menawarimu kopi. Tahun ini Wyndham Sundancer Resort Lombok menjadi tuan rumah sekaligus penggagas Lombo...

1000an Gempa Lombok, Lantai Sebelas dan Arsitektur Klasik

Image
Duta Damai Indonesia Trauma Relief, Pakel, Gunungsari Semoga tulisan ini menemukanmu dalam keadaan sehat dan tetap optimis akan hari-hari di mana kamu bisa membangun kembali rumahmu yang hancur, membangun kembali desamu yang runtuh, kembali bersekolah, kembali bekerja tanpa harus khawatir siapa yang akan menemani ibu, anak dan adik-adikmu di rumah, sepulang dari kantor kamu akan tidur dengan tenang di atas ranjangmu tanpa guncangan menakutkan karena pada saat itu,  our mother earth is already settled . Gempa Lombok 2018 dan Lantai 11 Golden Palace Pertama kali saya berkenalan dengan gempa pada saat saya masih SD. Saya mempelajarinya pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam seperti anak-anak pada umumnya. Dilanjutkan pada tingkat SMP dan SMA pada pelajaran geography. Dengan jelas juga disebutkan bahwa Indonesia adalah negeri gunung api atau  volcano nation,  letaknya merupakan bagian dari  Ring of Fire  yang menjadikan Indonesia sebagai negara yang renta...

Paragliding Lombok: Taklukkan Takut Di Atas Bukit-Bukit Sembalun

Image
“You are in the air, dive in the cloud, hanging in the sky, the hills far under your feet, floating, following the wind, soaring like a lion, conquering your fear.” Seharusnya yang mengetik kalimat pembuka di atas bukan saya tapi sahabat saya yang sengaja datang ke Sembalun untuk paragliding. Saat mengambil photo dari kaki bukit, perut saya mual membayangkan angin yang membawa paragliders melayang mengikuti arah angin. Samar-samar terdengar teriakan Sari yang berhasil melawan gravitasi dan ketakutannya. Sembalun tidak hanya surga untuk pendaki dan pecinta agro wisata, desa ini menjadi rumah pertama dan rumah kedua bagi pilot-pilot paragliding Lombok. Puluhan bukit-bukit dengan ketinggian yang bervariasi membuat praglider memiliki banyak pilihan tepat untuk take off. Savana yang lapang di sekitar lembah menjadi tempat yang tepat untuk mendarat. Pemandangan dari udara membuat paraglider bisa menikmati Sembalun secara menyeluruh. Terbang Tandem  and  Terbang Inde...

Cita-Cita Baru: Jadi Kusir Cidomo Di Gili

Image
Guru (Mia) dan Murid (Nurdin) Secara tidak sadar, kita sering kali menarasikan pengklasifikasian terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu. Kita mengajarkan anak-anak untuk memilih menjadi polisi, dokter, dosen, insinyur atau pekerjaan lainnya dibanding menjadi activist , petani atau kusir cidomo. Kita tidak berani berpikir jika anak-anak kita menjadi petani, dia akan mengangkat harga diri petani Indonesia, mereka bisa membuat terobosan baru dalam bertani. Kita tidak berani membayangkan menjadi kusir cidomo bisa mendatangkan uang yang lebih besar dari pada bekerja di kantor dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Kita selalu membayangkan bahwa hidup seorang activist itu susah dan berbahaya. Orang tua sering kali menganjurkan anak-anaknya untuk mengambil program IPA karena anggapan klasik bahwa program IPA adalah program terbaik dan untuk anak-anak pintar. Anak-anak seperti terdogma bahwa pekerjaan tertentu lebih baik dari pada yang lain. Dogma ini telah mengkungkung mereka untuk menca...

The Kliff: Dining and Seascape Experience

Image
Summer break di sekolah sisa dua minggu lagi, kampus libur dan saat menelpon ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, beberapa hakim juga mengambil cuti, alhasil saya mendapat anugrah libur total. Musim libur kalau tidak ke luar pulau biasanya saya akan meng host atau menjadi guide plus-plus untuk teman-teman lama yang menaruh Lombok ke dalam bucketlist mereka. Liburan kali ini saya mendapat dua kunjungan, dari Jakarta dan dari Sin Cung, Surabaya. Kedua teman saya ini punya kesamaan, yaitu sama-sama suka laut dan suka makan. Well one of them is a vegetarian. Where to Eat in the Lombok West Coast? Kombinasi laut, dataran tinggi dan makanan yang lezat membuat pilihan saya jatuh pada the Kliff. Restaurant berbintang lima di Trip Advisor ini  berada dalam kawasan Katamaran Resort yang terletak di Desa Mangsit, sekitar 5 menit dari Senggigi . Karena golden spotnya, restaurant ini tidak pernah sepi dari pengunjung, photographer dan model. Mobil golf yang disedi...