Posts

Mengapa Times New Roman?

Image
Saya bermimpi meniupkan ruh bahagia kepada penerjemah, sekertaris, penulis dan kepada orang-orang yang merasa keromantisan menulis telah berkurang karena diharuskan menggunakan Times New Roman . Hampir semua klien, perusahaan, koran, kantor-kantor dan berbagai perlombaan akan meminta penulis menggunakan font ini. Tidak menggunakan font ini seperti dosa besar dalam dunia kepenulisan. Sigh* Di Microsoft Office terdapat lebih dari 200 font yang bisa digunakan. Menambahkan atau memasang font baru di Microsoft Words juga sangat memungkingkan. Beberapa website melangsir bahwa jumlah font gratis di dunia ini lebih dari 500,000 dan ribuan adalah font yang hanya digunakan oleh perusahaan tertentu. Saya sendiri selalu menggunakan Calibri saat menulis, terima kasih kepada Joe Friend, Senior Program Manage r di Microsoft yang telah memaksa perubahan untuk menggunakan Calibri sebagai font utama pada tahun 2007. Kadang dengan sengaja saya akan menggunakan font lain seperti Comic San,...

Latihan Menilik: Kode Barthes dalam “Perasaan yang Sangat Ajaib Kosongnya”

Image
Petualangan menulis esei ini aku mulai dengan mencari apa sebenarnya arti romance dalam sastra. Temuan memperjelas dan mengkaburkan pandanganku terhadap romance pada saat yang sama,   bahwa romance tidak selalu fokus pada cinta antara laki-laki dan perempuan, atau laki-laki dengan laki-laki, atau perempuan dengan perempuan dalam konteks erotika, romance is beyond! Ada nilai-nilai spiritual, keberanian, perjuangan, kepahlawanan dan nilai-nilai lainnya dalam romance . Dengan kata lain, petualangan masuk di dalamnya. Banyak temuan lain yang menekankan bahwa romance adalah tale of love seperti novel-novel yang ditulis oleh Nicholas Sparks atau Jane Austen. Walaupun demikian karena temuan-temuan ini, dengan mudah aku bisa memasukkan “ Perasaan yang Sangat Ajaib Kosongnya ” ke dalam kategori romance karena dibuka dengan paragraph berisi tentang tiga cinta dalam hidup   Salimah, dan ditutup dengan berita kematian anaknya. Kode-kode Barthes Komponen narattive theory milik ...

Ruang untuk Karyamu Di mana?

Image
Bulan lalu saya mengikuti Literary Festival yang diadakan oleh Gramedia secara online, di mana editor, penulis dan penikmat sastra berkumpul guna mendengar diskusi dari penulis-penulis terbaik Indonesia. Sesi yang saya ikuti diempu oleh Eka Kurniawan penulis Man Tiger. Hal yang menjadi topik dasar dalam diskusi ini adalah bagaimana sastra Indonesia bisa mendapatkan ruang dalam sastra global bukan sastra dunia . Menurut Eka, istilah sastra dunia kurang adil mengingat untuk memasukkan suatu karya ke dalam kategori sastra dunia tidak melalui seleksi yang berstandar seperti sepak bola atau seperti kompetisi-kompetisi lainnya. Karya dihasilkan bisa jadi saat penulis mabuk atau saat penulis sedang setengah sadar. Tidak ada aturan bermain yang sama. Bagaimana bisa menentukan juara sastra dunia? In fact, however, ada seleksi dan filter yang bias dan bukan merupakan ruang bersama karena dominasi bahasa tertentu seperti Bahasa Inggris misalnya. Bagaimana denga sastra-sastra yang tidak dituli...

Vividerm: Kecantikan, Plato dan Pilihan Kita

Image
Hal yang paling melekat setelah membaca cerita Putri Salju adalah dialog berulang-ulang Ratu dengan cermin ajaib untuk memastikan siapa perempuan tercantik di seluruh kerajaan. Ini adalah satu-satunya dialog yang seperti sengaja ditekankan kepada pembaca untuk merenungkan apa arti cantik sebenarnya. Dialog ini muncul hinggal tiga kali sampai akhirnya kaca tersebut dipecahkan oleh sang Ratu karena mendengar jawaban yang tidak ingin ia dengar. “Mirror, mirror on the wall, who’s the fairest of them all?” “Cermin-cermin di dinding, siapakah yang paling cantik?” “Thou, O Queen, art the fairest in the land, but Snow White, O Queen, is the fairest of them all.”  “Engkaulah, O Ratu, keindahan yang terindah di tanah ini, namun O Ratu, Putri Saljulah yang tercantik.” Kalimat-kalimat dalam dialog ini juga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang cermin. Apakah benar yang kita lihat di cermin adalah diri kita sebenarnya atau bagaimana wajah kita dilihat oleh orang lain? Karena pada ce...

Ekonomi Budaya, Exploitasi atau Melindungi?

Image
Aku sudah tahu kamu kaya, karena pakaian yang kamu kenakan ditenun tangan, sangat eksklusif! bukan dibuat dari mesin-mesin raksasa yang menciptakan pola secara masal. Aku juga tahu dari lagu-lagu, tarian, puisi, dan hikayat yang kamu baca, di mana semuanya bercerita tentang kebijaksanaan, Tuhan, penghargaan terhadap lingkungan dan hidup sederhana. Aku juga tahu kau punya 9 mesjid kuno yang beberapa dari mereka kau sembunyikan rapat-rapat, I have been there . Ramuan-ramuan turun-temurun yang kamu berikan kepadaku saat aku sakit juga secara tidak langsung bercerita tentang siapa nenek moyangmu dan peradabanmu yang tinggi! Aku tahu kamu kaya! Walaupun demikian, aku tidak tahu benar apakah kamu sadar dengan kekayaan yang kamu warisi. Apakah kamu peduli? Apakah kamu tahu bahwa nenek moyangmu meninggalkan sekitar 998 cagar budaya?   Jika kamu memang sadar dengan apa yang kamu miliki sekarang, aku ingin tahu bagaimana caramu melindunginya? Bagaimana cara kekayaanmu mendorong perekonomia...

Perpustakaan Tanaman dan Obsesi Baru Milenial

Image
  “Saya pecinta alam.” Saya temukan kalimat ini benar-benar sahih pada seorang teman, ia bukan penulis, bukan aktivis, bukan pula akademisi atau dosen environmental studies . Ia seorang landscaper lulusan Sastra Prancis yang menggunakan black water treatment untuk memfilterasi air limbah dari kamar mandinya, yang menggunakan composting Aisyah Oddist untuk mengelola limbah dapurnya, yang baru saja memutuskan untuk berhenti menggunakan sabun mandi , yang menjadikan tanaman sebagai teman bicara, yang membawa wadah, toot bag dan tumblr ke mana-mana untuk menghindari plastik, yang selalu minum tanpa sedotan, dan sangat mengerti bahwa setiap taman dan kebun selalu membutuhkan sentuhan rewilding . Lemarinya didominasi oleh buku-buku seperti One Straw Revolution, Teaming Up with Microbes, Permaculture Guide Book , Edible Landscaping dan banyak judul-judul lain yang saya tidak ingat. Cinta Nana Fauziana kepada alam memang dalam, bukan sebatas postingan di sosial media semata, saya tid...

Ganti Pacar Ganti Kartu?

Image
Ketika menulis artikel ini, tidak  pe rnah terpikir di benak saya untuk tidak setuju dengan teori yang dikemukakan oleh psychologist dan theorist seperti Abraham Maslow, tapi apa boleh buat, zaman bergerak cepat dan Tekomsel tersedia di seluruh Indonesia, pantas masuk ke dalam kebutuhan utama dalam piramida Maslow bersama pangan. Saat menulis artikel ini, pun  tidak pernah saya r encanakan ada cinta di dalamnya karena ia, cinta hanya memperkuat keterampilan mengingat dan memberi pelajaran yang tak tuntas terkait keterampilan melupakan. Tapi tidak ada yang bisa saya lakukan, saya tidak bisa menghindar karena 100% kartu pengguna telepon seluler pasti berisi orang-orang tercinta atau orang-orang yang pernah dicintainya . Setelah putus cinta dengan mantan, saya tidak mengganti kartu karena saya putus baik-baik dan mereka adalah laki-laki terbaik yang pernah saya kenal,  what a luck! Kadang mereka akan merekomendasikan saya untuk suatu pekerjaan atau untuk menangani sua...