Posts

Sedikit Tea Philosophy dan Banana Flambe

Image
Jika philosophy suatu makanan atau minuman sangat kuat, saya akan mencobanya walaupun rasanya kurang sedap di lidah. Dengan mengetahui philosophynya ada tambahan aesthetics yang membuat saya lebih bersemangat untuk meminum ataupun memakan hidangan tersebut. Salah satunya adalah teh. Dari berbagai jenis minuman di dunia, teh adalah satu-satunya minuman yang dijadikan agama keindahan atau Teaism . Menurut Kakuzo Okakura dalam essaynya yang berjudul Book of Tea, Teaism adalah kepercayaan yang muncul pada abad ke 15 di Jepang. Aliran ini didasari atas keagungan, kemurniaan, keselarasan dan romanticism yang dimiliki oleh teh sebagai pengikat dalam tatatan sosial. Okakura juga menjelaskan minuman ini pertama kali digunakan oleh orang-orang Cina sebagai obat pada abad ke 5 dan kemudian berkembang menjadi minuman. Karena fungsinya sebagai obat, teh sering disebut-sebut sebagai the cup of Humanity. Teh juga adalah Art , tidak ada resep yang sempurna untuk membuatnya, semua tergantu...

Ayo Mandi Di Ninting

Image
Banyak sungai-sungai di Lombok disebut Ninting. Ada yang tahu dari mana kata ini berasal? Saat belajar Introduction to Linguistics dulu, saya pernah mendengar tetang istilah onomatopoeia. Kata-kata yang berasal dari bunyi. Misalnya seperti kata meow yang berasal dari suara kucing. Kalau ninting sendiri mungkin berasal dari kata ting , suara yang sama dari bunyi batuan di sungai saat dihantam arus air. Well forget about the origin of the word “Ninting” karena saya selalu membutuhkan seorang linguist untuk benar-benar yakin dari mana asal usul kata tersebut, dan sebenarnya bukan asal usul kata itu juga yang ingin saya ceritakan padamu. Ninting yang ingin saya ceritakan adalah sebuah sungai yang berada di daerah Bukit Tinggi, bukan Bukit Tinggi di Sumatra, tapi Bukit Tinggi yang ada di Pulau Lombok. Kalau kamu tidak percaya di Lombok juga ada Bukit Tinggi, datang ke rumah ibuku, saya akan tunjunkkan tempat ini. Bukit Tinggi adalah sebuah desa yang terletak sekitar 40 me...

Men and Women in Levis Blue Jeans

Image
Waktu masih kuliah dulu saya sering mendengar beberapa dosen di FKIP melarang mahasiswanya baik perempuan ataupun laki-laki memakai celana jeans ke kelas. Beberapa berpendapat bahwa jeans tidak melambangkan karakter guru yang sifatnya mendidik, terlalu menonjolkan bentuk tubuh dan tidak sopan. Sebagai calon guru diharuskan untuk memakai celana atau rok yang tidak berbahan jeans. Untungnya dosen-dosen yang mengajar di jurusan saya tidak ambil pusing dengan masalah ini. Buat kamu yang cinta fashion, suka, tidak terlalu suka, atau suka sekali pada jeans perlu membaca essay yang saya tulis. Mungkin dari selemari pakaian yang ada di lemarimu hanya jeans yang menjadi bagian dari kemajuan sosial dan celana yang melambangkan anti-perang. Well Happy Reading! Men and Women in Levis Blue Jeans Levis blue jeans that we wear today are significantly different from time to time.  Material, styles, color and how Levis blue jeans reach its users and take part in the market throughout the c...

Lima Pantai Yang Membuatmu Selalu Ingin Kembali Ke Teluk Ekas

Image
Saya membaca buku-buku karya Murakami berulang-ulang, menonton Shrek berkali-kali, saya bahkah hafal beberapa dialognya dan mengingat scenes nya dengan baik. Saya juga kembali ke suatu tempat berulang-ulang, kalau tempat-tempat itu terlalu jauh, biasanya saya akan berusaha dan berdoa supaya bisa kembali ke tempat tersebut suatu hari nanti. Selain Ashtari dan Mawun, tempat yang cukup sering saya kunjungi di Lombok adalah Teluk Ekas. Pertama kali menginjakkan kaki ke tempat ini tahun 2010 karena alasan menulis, saat itu Desa Ekas masih menggunakan lampu-lampu minyak untuk menerangi rumah mereka. Kedua, ketiga dan seterusnya tidak ada tugas dari pihak ketiga yang mengharuskan saya untuk menulis tapi saya ingin menikmati teluk ini sebelum semua tanah habis menjadi hotel-hotel besar dan sebelum pantainya ramai dikunjungi oleh turis-turis. Di Teluk Ekas ada banyak sekali pantai-pantai indah, pantai yang sering saya kunjungi adalah pantai-pantai yang berada di sepanjang Desa Ekas k...

Jus Bunga Sepatu dan Senirasa

Image
Sejak kecil saya tidak pernah pilih-pilih mau makan apa, saya akan makan apa yang dimasak oleh ibu, nafsu makan saya juga tidak sebaik anak-anak pada umumnya. Makanan hanya sekedar untuk bertahan hidup. Makanan sering kali terasa lebih enak tidak hanya karena alasan lapar tapi juga tergantung pada siapa yang memberikannya. Apakah kamu menghargai makanan? Saya suka menyebut diri saya seseorang yang menghargai makanan walau sebenarnya tidak kurang alasan untuk menyebut saya sebaliknya. Saya sering lupa memakan makanan yang telah saya beli. Jadi food collector memang sangat tidak baik karena makanan tersebut biasaya berakhir di tempat sampah. Jangan ditiru! Selain itu saya merasa urusan makan adalah hal yang merepotkan bahkan sering menyela kegiatan jalan-jalan, diskusi, berpikir dan tulis menulis, I don’t mind coffee/tea. Walaupun demikian, saya suka makan bersama keluarga, teman atau laki-laki berambut putih, terutama untuk makan malam. Communal dinning is interesting , karen...

Melihat Belut Raksasa (Morea) di Desa Waai, Maluku Tengah

Image
Saat pertama kali mendengar cerita tentang belut raksasa ini saya teringat pada buku Origin of the Species yang ditulis oleh Charles Darwin, karena penduduk di Desa Waai yang berarti air ini percaya kalau Morea adalah nenek moyang mereka. Itu sebabnya, belut yang berada di kolam desa ini tidak untuk dikonsumsi. “Sama seperti Komodo, Komodo bisa bertahan hidup hingga sekarang, bisa kita nikmati karena masyarakat percaya bahwa hewan purba ini adalah nenek moyang mereka,” tambah seorang teman yang kebetulan berasal dari Labuan Bajo. Apa yang diajarkan di sekolah memang belum cukup untuk membuat kita benar-benar menghormati alam, saya merasa sangat bodoh  mendengar cerita ini. Semakin berpendidikan saya merasa hubungan saya dengan alam semakin jauh. Melihatnya tidak lebih dari sebuah object . Di sini saya bisa melihat, mempercayai manusia berasal dari hewan membuat manusia mampu memperlakukan alam sebagai subject bukan sebagai object seperti yang sering kita lakukan. A...

Bendungan Pengga, Rumah Air di Lombok

Image
Apa yang yang kamu lakukan untuk merayakan Hari Air? Apakah kamu sedang mengadakan campaign 3 minutes bathing untuk menghemat air? Mungkin kamu sedang menghitung persedian air yang ada di bumi, berapa yang telah dihabiskan industry, berapa yang dihabiskan untuk manusia itu sendiri? Kira-kira mana yang lebih banyak? Haruskah kita menghemat?  Apakah kamu merasa manusia tidak tahu cara bersyukur dan menggunakan air seenaknya? Hewan saja menggunakan air seperlunya, lalu mengapa kita tidak? padahal kita cukup berakal atau mungkin kita memang harus mengakui kalau kadang tak berakal itu jauh lebih baik dari pada punya akal dan menggunakannya dalam hal-hal yang tidak benar. Salah satu hal yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebuhutan mereka akan air adalah dengan membangun waduk/bendungan. Salah satunya adalah Bendungan Pengga. Selain untuk mengendalikan banjir, bendungan ini dibangun untuk mengatasi masalah irigasi daerah Lombok Tengah yang sering gagal panen karena...